Regedit
Langkah-langkahnya seperti biasa, masih menggunakan gpedit.msc yaitu Klik Start > Run > kemudian ketik gpedit.msc kemudian tekan Enter atau OK sehingga akan tampil jendela Group Policy Editor.
Kemudian klik User Configuration > Administrative Templates > System.
Kemudian pilih dan klik double Prevent access to registry editing tools hingga tampil “kotak dialog”.
Kemudian pilih “enabled” pada opsi yang ada, dan juga pilih “yes” pada “disable regedit from editing tools?”
Kemudian Klik OK atau Apply dan tutup jendela gpedit.msc.
Sekarang, user sudah tidak bisa mengakses fungsi regedit tersebut.
Registry, dalam platform sistem operasi windows 32-bit, merupakan sebuah basis data yang disusun secara hierarkis yang mengandung informasi mengenai konfigurasi sebuah sistem, mulai dari konfigurasi perangkat keras, perangkat lunak, asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya hingga preferensi pengguna. Registry merupakan pengganti berkas-berkas konfigurasi *.INI yang digunakan dalam sistem Windows 16-bit (Windows 3.x dan Windows for Workgroups). Registry, pertama kali diperkenalkan di dalam sistem Windows 16-bit sebagai penampung informasi mengenai pemetaan/asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya, dan kemudian dikembangkan menjadi basis data dengan cakupan yang luas pada sistem-sistem operasi keluarga Windows NT. Registry juga kemudian digunakan pada sistem operasi kelas rumahan: Windows 95, Windows 98 dan Windows ME, tapi memang implementasi yang cukup bagus dari registry terdapat di dalam keluarga sistem operasi Windows NT.
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Selayang pandang
1.1 Registry dalam Windows 16-bit
1.2 Registry dalam Windows 9x
1.3 Registry dalam Windows NT
2 Berkas fisik registry
2.1 Windows NT, 2000, XP, dan Server 2003
2.2 Windows 95, 98, dan Me
2.3 Windows 3.x
3 Struktur registry
3.1 Daftar anak pohon Registry
3.1.1 HKEY_LOCAL_MACHINE
3.1.2 HKEY_CURRENT_USER
3.1.3 HKEY_USERS
3.1.4 HKEY_CURRENT_CONFIG
3.1.5 HKEY_CLASSES_ROOT
3.1.6 HKEY_DYN_DATA
3.2 Jenis data dalam registry
4 Menyunting registry
4.1 Editor registry bawaan Windows
4.2 Penyuntingan dengan menggunakan command-line
4.3 Penyuntingan dengan menggunakan skrip/bahasa pemrograman
4.4 Bahaya dari menyunting registry
5 Policy file (berkas kebijakan)
5.1 Editor policy file
6 Keuntungan dari konsep Registry
Registry dalam Windows 16-bit
Registry dalam sistem Windows 16-bit (dimulai pada Windows 3.x) berguna hanya untuk menyimpan asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya, serta asosiasi objek OLE di dalam dokumen dengan aplikasinya. Implementasi ini masih terbilang sederhana, karena jika dibandingkan dengan registry dalam Windows NT dan Windows 9x, asosiasi ekstensi berkas dan objek OLE hanya memakan satu anak pohon (subtree) saja, yakni di dalam HKEY_CLASSES_ROOT.
Registry dalam Windows 9x
Dalam sistem operasi Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition, struktur registry secara logis sama dengan struktur registry dalam Windows NT, tapi tidak kompatibel secara fisik. Dalam sistem operasi ini terdapat sebuah anak pohon tambahan, yakni HKEY_DYN_DATA yang dibuat secara dinamis dan digunakan untuk mengukur performa serta melakukan konfigurasi perangkat keras Plug and Play. Windows 9x menyimpan registry di dalam dua buah berkas, yakni %WINDIR%\system.dat dan %WINDIR%\user.dat. System.dat mengandung informasi mengenai sebuah komputer tertentu, sementara user.dat mengandung informasi mengenai sebuah profil milik pengguna. Ketika booting, Windows 9x akan memuat registry ke dalam ruangan kernel di dalam memori fisik.
Registry dalam Windows NT
Registry dalam Windows NT, Windows 2000, Windows XP dan Windows Server 2003 terbagi secara logis ke dalam lima buah anak pohon (subtree), yang setiap pohon tersebut mengandung kumpulan kunci (key) dan anak kunci (subkey) yang disusun secara hierarkis. Susunan ini sama dengan susunan direktori dalam sistem berkas. Sementara itu, secara fisik, registry terdiri atas beberapa berkas yang disebut sebagai hive dan berkas catatan transaksi (transaction log) untuk setiap hive-hive tersebut yang disimpan di dalam direktori %systemroot%\system32\config.
Berkas fisik registry
Registry Windows disimpan dalam beberapa berkas, tergantung sistem operasi Windows yang digunakan. Nama berkas-nya pun kadang-kadang berbeda-beda antar versi sistem operasi, tapi semua berkas tersebut disimpan di dalam mesin lokal, kecuali NTuser.dat yang dapat diletakkan di dalam komputer lainnya untuk mengizinkan fungsi roaming profile dan group policy dalam Windows NT, yang umumnya disimpan di dalam server dalam jaringan lokal.
Windows NT, 2000, XP, dan Server 2003
Berkas-berkas berikut merupakan berkas registry untuk sistem operasi Windows NT, Windows 2000, Windows XP dan Windows Server 2003:
%systemroot%\system32\config\Sam – HKEY_LOCAL_MACHINE\SAM
%systemroot%\system32\config\Security – HKEY_LOCAL_MACHINE\SECURITY
%systemroot%\system32\config\Software – HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE
%systemroot%\system32\config\System – HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM
%systemroot%\system32\config\Default – HKEY_USERS\.DEFAULT
%systemroot%\system32\config\Userdiff
%UserProfile%\Ntuser.dat – HKEY_USERS\<SID> (HKEY_CURRENT_USER)
%UserProfile%\Local Settings\Application Data\Microsoft\Windows\Usrclass.dat – HKEY_USERS\<SID>_Classes (HKEY_CURRENT_USER\Software\Classes)
Windows 95, 98, dan Me
Berkas-berkas berikut merupakan berkas registry untuk sistem operasi Windows 95, Windows 98 dan Windows Millennium Edition.
C:\WINDOWS\User.dat
C:\WINDOWS\System.dat
C:\WINDOWS\Classes.dat (khusus Windows ME)
Struktur registry
Struktur registry agak mirip dengan struktur direktori dalam sistem berkas. Selain itu, registry juga dapat diakses dengan menggunakan sintaksis yang sama dengan cara mengakses berkas, dengan menggunakan karakter garis miring terbalik (backslash) untuk menandakan tingkatan hierarkis. Susunannya adalah seperti
Setiap key dan subkey tersebut dapat memiliki nilai yang dapat ditentukan atau nilai default, yang disebut sebagai Value. Akan tetapi, cara mengakses value tidaklah sama dengan cara mengakses berkas dalam sistem berkas, mengingat nama value dapat mengandung karakter backslash yang dapat menjadi ambigu ketika menggunakan cara baca seperti halnya mengakses sistem berkas. Adalah fungsi-fungsi dalam Windows 32-bit Aplication Programming Interface (Win32 API) yang dapat melakukan query dan manipulasi terhadap value-value registry, yang dilakukan dengan cara mengambil nama value secara terpisah dari path key yang merupakan parent key. Setiap value memiliki jenis-jenis datanya masing-masing yang dapat dilihat pada bagian berikut.
Daftar anak pohon Registry
Registry Windows terdiri atas beberapa anak pohon berikut, yang disusun secara hierarkis dengan My Computer sebagai root directory-nya:
HKEY_LOCAL_MACHINE, sering disebut sebagai HKLM, merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk konfigurasi sistem yang bersangkutan, yang terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak. Semua yang terdapat di dalam anak pohon ini diaplikasikan kepada semua pengguna.
HKEY_CURRENT_USER, sering disebut sebagai HKCU, merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk konfigurasi yang dimiliki oleh pengguna yang sedang melakukan logon, yang menyimpan informasi mengenai konfigurasi preferensi pengguna (konfigurasi desktop, warna, dan konfigurasi lainnya yang setiap pengguna dapat melakukan kustomisasi terhadapnya).
HKEY_USERS, sering disebut sebagai HKU, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi setiap pengguna yang terdaftar di dalam komputer yang bersangkutan. Setiap anak kunci dari anak pohon ini diidentifikasikan dengan menggunakan nomor Security Identifier(SID) yang dimiliki oleh pengguna. Ketika pengguna melakukan logon, SID yang cocok akan dimuat ke dalam anak pohon HKEY_CURRENT_USER.
HKEY_CLASSES_ROOT, sering disebut sebagai HKCR, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi asosiasi/pemetaan ekstensi sebuah berkas atau objek Object Linking and Embbeding (OLE) dengan aplikasi yang dapat menanganinya. Sebagai contoh, berkas berekstensi .txt akan ditangani oleh aplikasi editor teks seperti Notepad dan masih banyak lainnya.
HKEY_CURRENT_CONFIG, sering disebut sebagai HKCC, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi perangkat keras dan sistem operasi yang sedang digunakan saat itu, yang diperoleh pada saat proses booting dilakukan. Informasi yang disimpan di sini bersifat volatil dan tidak disimpan secara permanen ke dalam berkas penampung registry, tapi akan selalu dibuat setiap kali proses booting dilakukan.
HKEY_DYN_DATA, yang hanya terdapat di dalam Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition, merupakan tempat penyimpanan konfigurasi dinamis untuk semua perangkat keras plug-and-play. Tidak ada padanannya dalam Windows NT, tapi dalam Windows NT 5.x, terdapat sebuah anak pohon HKEY_PERFORMANCE_DATA, yang hanya digunakan untuk mengumpulkan informasi performance counter Windows 2000, mengingat semua konfigurasi perangkat keras disimpan di dalam HKEY_LOCAL_MACHINE\HARDWARE\.
Catatan: HKEY di dalam registry Windows, merupakan singkatan terhadap kata "Handle to Key".
HKEY_LOCAL_MACHINE
Menyimpan informasi/data mengenai semua konfigurasi mesin yang bersangkutan. HKLM bukanlah symbolic link ke kunci registry manapun. HKEY_LOCAL_MACHINE memiliki beberapa anak kunci, yakni:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE, berguna untuk menyimpan semua konfigurasi perangkat lunak yang terinstal di dalam komputer yang bersangkutan, dan konfigurasinya yang akan diaplikasikan kepada semua pengguna, baik pengguna yang melakukan logon secara lokal/interaktif maupun yang melakukan logon secara remote (melalui service logon, batch logon, atau terminal serivice logon).
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM, berguna untuk menyimpan semua informasi dan konfigurasi sistem operasi Windows yang sedang berjalan. Di sini terdapat semacam recovery point, yang disebut sebagai LastKnownGood Configuration, yang akan digunakan pada saat sistem mengalami masalah pada saat proses booting. Semua konfigurasi driver dan layanan windows (Win32 Service dan komponen Windows seperti NTFS dan TCP/IP) disimpan di sini.
HKEY_LOCAL_MACHINE\SAM, berguna untuk menyimpan basis data akun pengguna yang terinstal di dalam sistem operasi yang bersangkutan. Secara default, SAM tidak dapat diakses, bahkan oleh administrator sekalipun, karena memang access control-nya tidak memungkinkan hal itu dilaksanakan. SAM adalah singkatan dari security account manager.
HKEY_LOCAL_MACHINE\HARDWARE, berguna untuk menyimpan konfigurasi perangkat keras di dalam sistem yang bersangkutan, seperti halnya konfigurasi sumber daya (perangkat keras)interupsi perangkat keras, konfigurasi DMA, dan konfigurasi lainnya).
HKEY_LOCAL_MACHINE\SECURITY, berguna untuk menyimpan konfigurasi keamanan Windows.
HKEY_CURRENT_USER
Menyimpan informasi/data yang diasosiasikan dengan pengguna yang sedang masuk log. HKCU merupakan sebuah symbolic link ke kunci registry HKEY_USERS\<SID dari pengguna yang bersangkutan>. HKCU juga menyimpan informasi mengenai profil pengguna, konfigurasi perangkat lunak, dan preferensi mereka. Terdapat beberapa anak kunci, yakni:
AppEvents, yang digunakan untuk menyimpan asosiasi antara suara dengan sebuah event. Disarankan untuk menggunakan Control Panel->Sound untuk mengubahnya, dan jangan menyunting secara langsung dari sini.
Console, yang digunakan untuk menyimpan konfigurasi jendela Command Prompt (cmd.exe); contoh: lebarnya, tingginya, dan warnanya. Disarankan untuk menggunakan Command Prompt->Properties untuk mengubahnya, dan jangan menyunting langsung dari sini.
Control Panel, digunakan untuk menyimpan konfigurasi screen saver, skema desktop, warna, keyboard, dan mouse. Selain itu juga dapat menyimpan informasi ketidakmampuan (accessibility) dan regional settings. Disarankan untuk menggunakan Control Panel->Display, Control Panel->Accessibility, dan Control Panel->Language and Regional Options untuk mengubahnya, dan jangan menyuntingnya secara langsung dari sini.
Environment, mengandung definisi Environment Variable. Disarankan untuk menggunakan Control Panel->System->Advanced->Environment Variables untuk mengubahnya, dan jangan menyunting langsung dari sini.
Keyboard Layout, menyimpan konfigurasi lay-out konfigurasi keyboard (contoh U.S. English, atau U.K. English, atau U.S. Dvorak, dan lain sebagainya).
Network, menyimpan konfigurasi dan pemetaan drive yang berada di jaringan.
Printers, menyimpan konfigurasi koneksi printer.
Software, digunakan untuk menyimpan preferensi pengguna terhadap sebuah perangkat lunak tertentu.
UNICODE
Windows 3.1 Migration Status
HKEY_USERS
Anak pohon HKEY_USERS mengandung beberapa anak yakni semua profil pengguna yang terdaftar di dalam sistem yang bersangkutan dan basis data registrasi objek OLE. Selain itu, anak pohon ini juga mengandung HKEY_USERS\.DEFAULT, yang dihubungkan dengan profil milik akun SYSTEM, yang merupakan profil yang digunakan oleh salah satu komponen Windows, WINLOGON.EXE, untuk menyimpan semua konfigurasi seperti halnya HKEY_CURRENT_USER, yakni bagaimana tampilan desktop, bagaimana konfigurasi perangkat keras dan lain-lain. Pengaturan yang diberlakukan terhadap HKU\.DEFAULT ini dapat menjadikan konfigurasi desktop dan lain-lain pada saat proses logon Windows akan berubah dari pengaturan default-nya.
Ketika seorang pengguna masuk log ke sebuah sistem untuk pertama kalinya, sementara akun miliknya tidak berupa roaming profile (yakni, sebuah profil pengguna yang disimpan di dalam tempat tersentralisasi di dalam domain controller), maka Windows akan membuatkan sebuah profil yang baru untuknya, yang dibuat berbasiskan pengaturan yang terdapat di dalam C:\Documents and Settings\Default User.
HKEY_CURRENT_CONFIG
Anak pohon HKEY_CURRENT_CONFIG mengandung data konfigurasi untuk profil perangkat keras (hardware profile) yang sedang digunakan oleh Windows. HKCC tidak mengandung data apapun, karena memang anak pohon ini merupakan sebuah symbolic link terhadap HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Hardware Profiles\Current. Dengan demikian, dengan mengubah kunci tersebut atau mengubah HKCC, akan menghasilkan sesuatu yang sama.
Penggunaan profil perangkat keras mengizinkan administrator untuk mengonfigurasikan beberapa variasi dari pengaturan yang digunakan pada saat melakukan driver perangkat keras booting. Meskipun profil yang digunakan dapat berubah dari satu proses booting ke proses booting lainnya, aplikasi dapat merujuk ke anak pohon ini untuk mencari profil mana yang sedang dimuat oleh Windows. Pengaturan profil perangkat keras dapat dilakukan dengan Control Panel->System->Hardware->Hardware Profiles. Jika ada lebih dari satu profil perangkat keras, maka komponen Windows, yakni NTLDR, akan menanyakan kepada pengguna mengenai profil yang harus dimuat pada saat proses booting dilakukan.
HKEY_CLASSES_ROOT
Anak pohon HKEY_CLASSES_ROOT mengandung dua jenis data, yakni:
Data yang mengasosiasikan jenis berkas (dilihat dari ekstensinya atau kelasnya) dengan program yang dapat membukannya. Subkunci jenis berkas di dalam HKEY_CLASSES_ROOT memiliki nama yang sama dengan ekstensi nama berkas, seperti halnya .txt, .exe, dan lain-lain. Asosiasi jenis berkas ini disimpan di dalam registry, tapi disarankan untuk menggunakan Folder Options->File Types jika memang hendak mengubahnya.
Data konfigurasi untuk objek-objek Object Linking and Embedding (OLE)/Component Object Model (COM).
Isi dari HKCR diambil dari dua sumber, yakni HKLM\SOFTWARE\Classes dan HKCU\SOFTWARE\Classes. Jika sebuah subkey atau entri terdapat di dalam salah satu dari dua lokasi tersebut, maka hal tersebut akan ditampilkan juga di dalam HKCR. Jika ada dua entri yang konflik di antara dua lokasi tersebut, hanya HKCU\SOFTWARE\Classes yang akan ditampilkan di dalam HKCR.
HKEY_DYN_DATA
[place holder]
Semua informasi di atas dapat dirangkum ke dalam tabel berikut
Anak pohon
Keterangan
HKEY_CURRENT_USER
Menyimpan informasi/data yang diasosiasikan dengan pengguna yang sedang masuk log.
HKEY_USERS
Menyimpan informasi/data mengenai semua akun pengguna di dalam mesin yang sama
HKEY_CLASSES_ROOT
Menyimpan informasi/data mengenai asosiasi berkas dengan aplikasinya dan registrasi objek Component Object Model (COM).
HKEY_LOCAL_MACHINE
Menyimpan informasi/data mengenai semua konfigurasi mesin yang bersangkutan.
HKEY_PERFORMANCE DATA
Menyimpan informasi mengenai kinerja sistem yang dikumpulkan oleh performance counter Windows NT.
HKEY_CURRENT_CONFIG
Berisi beberapa informasi mengenai profil perangkat keras yang sedang digunakan.
Jenis data dalam registry
Sebuah value dapat memiliki jenis-jenis data seperti di bawah ini:
REG_NONE, yang merupakan sebuah jenis data registry yang tidak didefinisikan sebelumnya. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x00.
REG_SZ, merupakan jenis data teks (string) dengan panjang yang tetap (fixed-length string). Semua sistem operasi 32-bit Windows (Windows NT dan Windows 9x) mendukung jenis data registry ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x01.
REG_EXPAND_SZ, merupakan jenis data teks/string yang dapat diekspansi. Windows 9x tidak memiliki jenis data ini. Diperlukan editor registry khusus (regedt32.exe) untuk menangani jenis data ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x02.
REG_BINARY, merupakan jenis data biner, yang dapat berarti macam-macam (bisa berupa teks/string, atau bilangan). Semua sistem operasi 32-bit Windows (Windows NT dan Windows 9x) mendukung jenis data registry ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x03.
REG_DWORD, merupakan jenis data angka 32-bit. Semua sistem operasi 32-bit Windows (Windows NT dan Windows 9x) mendukung jenis data registry ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x04. Terdapat dua jenis implementasi dari jenis data ini, yakni:
REG_DWORD_LITTLE_ENDIAN, yang merupakan jenis data REG_DWORD default dalam Windows NT yang dijalankan di atas prosesor Intel x86/x64. Jenis data ini berukuran 32-bit yang disusun dengan menggunakan format little-endian. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x05.
REG_DWORD_BIG_ENDIAN, yang merupakan jenis data REG_DWORD yang berukuran 32-bit yang disusun dengan menggunakan format big-endian. Jenis data ini hanya dapat didukung oleh Windows NT yang dijalankan di atas mesin DEC Alpha, MIPS, atau IBM Power PC, yang memang menggunakan format bilangan big-endian. Windows NT 5.x yang hanya dapat berjalan di atas sistem x86 tidak menangani jenis data ini (terdapat limitasi pada mikroprosesor), meskipun Windows NT 5.x mendukungnya. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x06.
REG_MULTI_SZ, merupakan jenis data teks/string yang memiliki banyak baris yang dipisahkan dengan dua buah karakter null (0x00). Windows 9x tidak memiliki jenis data ini.Diperlukan editor registry khusus (regedt32.exe) untuk menangani jenis data ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x07.
REG_LINK, yang merupakan symbolic link ke sebuah objek Windows NT dalam ruang nama/namespace objek Windows NT (yang diatur oleh Object Manager Windows NT). Registry Editor default bawaan Windows (regedit.exe, regedt32.exe, dan utilitas command-line reg.exe) tidak dapat menyunting jenis ini. Jenis data ini digunakan secara internal oleh Windows NT saja, dan tidak digunakan oleh aplikasi. Registry dalam Windows 9x tidak memiliki jenis data ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x08.
REG_RESOURCE_LIST (Windows NT) atau REG_FULL_RESOURCE_DESCRIPTOR, yang merupakan jenis data registry yang hanya digunakan untuk menyimpan konfiguras perangkat keras dan driver-nya yang terinstalasi di atas sistem operasi Windows NT. Registry dalam Windows 9x tidak memiliki jenis data ini. Jenis data ini adalah kumpulan larik (array) yang digunakan untuk menyimpan daftar sumber daya (interupsi perangkat keras, Direct Memory Access (DMA), I/O range dan memory range) yang digunakan oleh komponen perangkat keras atau driver. Dibutuhkan registry editor khusus (regedt32.exe) untuk menyunting value dengan jenis data ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x09.
REG_QWORD, merupakan jenis data angka yang memiliki panjang 64-bit. Jenis data ini hanya terdapat di dalam sistem prosesor 64-bit saja, semacam DEC Alpha, IA-6A, atau x64. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x12. Sama seperti halnya REG_DWORD, REG_QWORD juga terdapat dua jenis implementasi, yakni little-endian (REG_QWORD_LITTLE_ENDIAN, dengan identifier 0x13) dan big-endian (REG_QWORD_BIG_ENDIAN, dengan identifier 0x14), meskipun secara default format yang digunakan adalah REG_QWORD_LITTLE_ENDIAN. Diperlukan editor khusus untuk menyunting jenis data ini.
Jenis data registry, dapat dirangkum pada tabel berikut:
Jenis data
Identifier
Keterangan
REG_NONE
0x00
Jenis data belum ditentukan
REG_SZ
0x01
Teks/string berukuran tetap
REG_EXPAND_SZ
0x02
Teks/string yang dapat berubah-ubah.
REG_BINARY
0x03
Jenis data biner (dapat berupa apa saja)
REG_DWORD
0x04
Jenis data bilangan dengan ukuran 32-bit
REG_DWORD_LITTLE_ENDIAN
0x05
Jenis data bilangan dengan ukuran 32-bit, dengan format little-endian. Dalam Windows NT 5.x, sama saja dengan REG_DWORD biasa.
REG_DWORD_BIG_ENDIAN
0x06
Jenis data bilangan dengan ukuran 32-bit, dengan format big-endian.
REG_MULTI_SZ
0x07
Jenis data teks/string dengan banyak baris yang dipisahkan dengan dua karakter null (0x00).
REG_LINK
0x08
Symbolic link dengan menggunakan format Unicode ke sebuah objek dalam Windows NT Object Manager.
REG_RESOURCE_LIST
0x09
Digunakan untuk menampung sumber daya perangkat keras.
REG_FULL_RESOURCE_DESCRIPTOR
0x10
Digunakan untuk menampung sumber daya perangkat keras.
REG_RESOURCE_REQUIREMENTS_LIST
0x11
Digunakan untuk menampung kebutuhan sumber daya perangkat keras.
REG_QWORD
0x12
Jenis data bilangan dengan ukuran 64-bit.
REG_QWORD_LITTLE_ENDIAN
0x13
Jenis data bilangan dengan ukuran 64-bit, dengan menggunakan format little-endian.
REG_QWORD_BIG_ENDIAN
0x14
Jenis data bilangan dengan ukuran 64-bit, dengan menggunakan format big-endian.
Menyunting registry
Secara fisik, registry merupakan berkas biner yang tidak dapat disunting secara langsung dengan menggunakan editor teks. Akan tetapi, beberapa program dapat melakukannya, meski sangat rumit untuk dilakukan. Cara lainnya adalah dengan menggunakan alat bantu editor registry Windows. Untungnya, Microsoft menawarkan program editor registry, yang dikenal sebagai regedit. Regedit dapat diakses dengan menjalankan perintah "regedit.exe" atau "regedt32.exe" dari menu Run. Dengan ditampilkan secara struktural, penyuntingan registry pun dapat dilakukan secara jauh lebih mudah daripada menggunakan program editor teks atau editor bilangan heksadecimal.
Berhati-hatilah saat melakukan penyuntingan registry, mengingat kerusakan registry seringnya tidak dapat dikembalikan. Karenanya, lakukan backup (buat salinan) terlebih dahulu sebelum menyunting. Beberapa program optimalisasi/tweaking Windows atau "hacking" Windows seperti TweakUI atau bahkan beberapa applet dalam Control Panel Windows melakukan penyuntingan terhadap registry secara langsung tanpa harus membuka editor registry, sehingga jauh lebih aman. Jadi intinya, lakukan penyuntingan registry jika dan hanya jika mengetahui seluk beluk registry yang hendak disunting.
Editor registry bawaan Windows
Dalam Windows 16-bit, terdapat sebuah komponen editor registry, yang disebut sebagai "Registration Info Editor" atau "Registration Editor". Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa registry dalam Windows 16-bit hanya terdapat asosiasi berkas atau objek OLE dengan aplikasinya saja, maka editor registry dalam sistem ini pun hanya dapat menyunting hal tersebut saja.
Windows NT yang dirilis kemudian memperkenalkan banyak konsep baru terhadap registry Windows, seperti halnya mampu menangani beberapa sub-tree, dan juga atribut keamanan dengan access control list. Dalam Windows NT 3.1, terdapat satu editor registry, yang disebut dengan regedt32.exe, yang lebih bagus dan mampu menyunting beberapa jenis tipe data.
Windows 95 juga memperkenalkan editor registry baru, yang dibuat berbasiskan registry editor bawaan Windows NT, tetapi lebih sederhana (tidak ada atribut keamanan, dan tidak ada proteksi read-only). Registry Editor dalam Windows 95/98/ME ini disebut sebagai Regedit.exe saja.
Saat Microsoft merilis Windows NT 4.0, setelah Windows 95, di sistem operasi tersebut terdapat dua editor registry, yakni regedit.exe dan regedt32.exe. Regedit.exe merupakan bawaan Windows 95, sementara regedt32.exe merupakan bawaan Windows NT, yang diperbarui. Ada beberapa perbedaan di antara keduanya, yakni sebagai berikut:
Regedit.exe, ditampilkan seperti halnya Windows Explorer, dengan root-directory dengan nama My Computer dan akan menampilkan semua sub-tree yang dimuat di bawahnya. Regedit.exe hanya menampilkan satu window saja. Sementara itu, registry dalam regedt32.exe ditampilkan seperti halnya Program Manager, dengan setiap sub-tree ditampilkan dalam setiap window-nya masing-masing, sehingga sebuah window hanya mengandung sub-tree saja.
Regedit.exe merepresentasikan komponen sebuah value (nama, jenis dan datanya) sebagai tiga kolom yang terpisah dari sebuah tabel. Sementara, regedt32.exe akan merepresentasikan komponen sebuah value sebagai daftar string.
Regedit.exe mendukung klik-kanan terhadap sebuah entri dalam struktur tampilan pohon untuk mengatur propertinya dan beberapa pengaturan lainnya. Sementara, regedt32.exe mengharuskan semuanya dilakukan dari menu utama aplikasi.
Karena regedit.exe adalah program bawaan Windows 95, program tersebut tidak dapat menyunting izin akses (karena memang izin akses tidak terdapat dalam Windows 9x dan hanya terdapat di dalam keluarga sistem operasi Windows NT). Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mengakses registry dalam Windows NT secara penuh adalah dengan menggunakan program regedt32.exe.
Regedit.exe hanya mendukung beberapa jenis data saja (REG_SZ, REG_DWORD/REG_DWORD_LITTLE_ENDIAN, dan REG_BINARY). Sementara itu, Regedt32.exe mendukung banyak jenis data, yakni REG_SZ, REG_DWORD, REG_MULTI_SZ, REG_EXPAND_SZ, dan REG_RESOURCE_LIST. Menyunting jenis data yang tidak didukung dengan Regedit.exe dalam Windows NT 4.0 dan Windows 2000 akan menyebabkan konversi data ke jenis data yang didukung oleh aplikasi tersebut dan tidak dapat dikembalikan ke jenis data sebelumnya.
Hal tersebut terus diberlakukan dalam Windows 2000. Dan, pada Windows XP dan Windows Server 2003, kemampuan kedua program tersebut digabungkan ke dalam satu program saja, regedit.exe. Regedt32.exe juga masih ada, tapi hanya berupa symbolic link saja. Jika menjalankan regedt32.exe dalam kedua sistem operasi tersebut, hal tersebut sama saja dengan menjalankan regedit.exe. Windows Vista pun demikian.
Program editor registry bawaan Windows, baik itu menggunakan regedit.exe maupun regedt32.exe mampu melakukan pengeksporan registry ke dalam sebuah berkas dengan ekstensi .REG atau .KEY. Hasil pengeksporan tersebut sama saja dengan berkas teks untuk konfigurasi biasa, yakni .INI. Path registry lengkap disusun sebagai header, sementara itu, entri registry dan nilainya disusun di bawahnya. Selain tentunya dapat melakukan pengeksporan registry ke dalam sebuah berkas teks, program itu juga dapat melakukan pengimporan.
Penyuntingan dengan menggunakan command-line
Selain utilitas grafis seperti Regedit.exe dan Regedt32.exe, Microsoft juga menawarkan utilitas command-line reg.exe yang mulai ditawarkan di dalam Windows 2000 Resource Kit Tools. Windows XP dan Windows Server 2003 telah mengintegrasikan program tersebut secara internal dan diinstalasikan secara default.
Sintaksis yang digunakan adalah sebagai berikut:reg.exe Operasi [Daftar_Parameter]Operasi [QUERYADDDELETECOPYSAVELOADUNLOADRESTORECOMPAREEXPORTIMPORT]
Penyuntingan dengan menggunakan skrip/bahasa pemrograman
Registry juga dapat disunting dengan menggunakan skrip dan bahasa pemrograman yang berjalan untuk sistem microsoft windows. Contoh bahasa skrip (scripting language) yang sering digunakan adalah VBScript, Windows Batch File (*.BAT/*.CMD), JScript, serta Perl (dengan menggunakan W32::registery). Sementara itu, beberapa bahasa pemrograman, seperti halnya Microsoft Visual Basic, dan ,Net Framework (dalam kelas Microsoft.Win32.Registry) juga dapat langsung mengakses dan menyunting registry, mengingat mereka telah mengintegrasikan beberapa pustaka untuk melakukan hal itu.
Berikut ini adalah beberapa Win32 API yang dapat digunakan untuk mengakses registry Windows dengan bahasa pemrograman yang tidak memiliki pustaka untuk melakukan penyuntingan registry secara langsung:RegCloseKey RegOpenKeyRegConnectRegistry RegOpenKeyExRegCreateKey RegQueryInfoKeyRegCreateKeyEx RegQueryMultipleValuesRegDeleteKey RegQueryValueRegDeleteValue RegQueryValueExRegEnumKey RegReplaceKeyRegEnumKeyEx RegRestoreKeyRegEnumValue RegSaveKeyRegFlushKey RegSetKeySecurityRegGetKeySecurity RegSetValueRegLoadKey RegSetValueExRegNotifyChangeKeyValue RegUnLoadKey
Bahaya dari menyunting registry
Menyunting registry secara manual dapat mengakibatkan sistem operasi tidak stabil, atau bahkan mengalami kerusakan yang tidak dapat dikembalikan lagi. Microsoft pun menganjurkan penyuntingan registry agar hanya dilakukan oleh para profesional atau pengguna yang tahu apa yang sedang dilakukan. Registry yang rusak hanya dapat dikembalikan dengan cara instalasi ulang sistem operasi, atau menimpa berkas fisik registry dengan salinannya (backup) yang masih benar dan baik.
Policy file (berkas kebijakan)
Semenjak dirilisnya Windows 95, para Administrator Windows dapat menggunakan sebuah jenis berkas yang dapat digabungkan dengan registry, yang disebut sebagai policy file. Policy file mengizinkan para adminstrator Windows untuk mencegah para pengguna yang bukan administrator (pengguna biasa) dari melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh administrator, seperti halnya mengubah beberapa pengaturan sistem, hingga menyunting registry secara manual. Policy file ini umumnya digunakan di dalam sebuah jaringan dengan banyak komputer di dalamnya, di mana komputer-komputer tersebut harus dilindungi dari tangan-tangan jahil para pengguna, dan juga para pengguna juga harus dilindungi dari pengguna lainnya.
Ekstensi default untuk policy file adalah .POL. Policy file akan menyaring semua pengaturan yang diberlakukan terhadap sebuah pengguna atau beberapa pengguna yang disatukan ke dalam sebuah group. Untuk melakukannya, policy file akan menggabungkan dirinya dengan registry, sehingga mencegah para pengguna untuk mengutak-atiknya dengan mengembalikan pengaturan yang sebelumnya. Selain itu, policy file juga didistribusikan melalui LAN, tapi dapat juga diletakkan secara lokal di dalam sebuah komputer.
Editor policy file
Untuk membuat sebuah policy file, Microsoft menyertakan sebuah alat bantu yang disebut sebagai poledit.exe yang diperuntukkan Windows 95 dan Windows 98, atau dengan menggunakan modul manajemen komputer dalam sistem operasi berbasis Windows NT. Modul-modul tersebut tidak dapat diberlakukan di dalam instalasi Windows XP Home Edition, dan hanya berlaku dalam Windows XP Professional saja. Pengaktifan editor tersebut membutuhkan izin yang sama dengan seorang administrator untuk sistem yang hendak diaplikasikan di dalamnya policy file. Editor juga dapat secara langsung mengubah pengaturan registry di yang ada dalam komputer lokal, dan apabila layanan remote registry service dijalankan dalam komputer lainnya, maka hal tersebut juga dapat memungkinkan perubahan registry secara jarak jauh terhadap komputer tersebut. Policy editor akan memuat semua pengaturan yang dapat diubah dari berkas berekstensi .adm, yang mengandung pengaturan yang disediakan oleh shell windows. Berkas berekstensi .adm sendiri merupakan sebua, dan mendukung lokalisasi secara mudah dengan mengizinkan semua teks/string untuk disimpan di dalam sebuah tempat yang sama. Dalam sistem operasi Windows yang baru, Policy editor diubah namanya menjadi Group Policies (dapat diakses dengan menggunakan perintah gpedit.msc dari menu Run).
Keuntungan dari konsep Registry
Dibandingkan menggunakan banyak berkas konfigurasi .INI seperti yang dilakukan di dalam Windows 16-bit menjadi sebuah tempat tersentralisasi, registry menawarkan beberapa keuntungan, yakni sebagai berikut:
Registry memisahkan konfigurasi mesin dari konfigurasi pengguna. Ketika seorang pengguna masuk log ke dalam sebuah komputer berbasis Windows NT/2000/XP/Server 2003, pengaturan registry yang dimiliki oleh pengguna yang bersangkutan akan dimuat secara terpisah dari konfigurasi sistem operasi yang utama. Hal ini mengizinkan program-program untuk lebih mudah dikonfigurasi untuk setiap orang pengguna (setiap pengguna berhak memiliki preferensi masing-masing), mengingat mereka hanya bekerja di dalam anak pohon "Current User" saja. Sementara itu, jika dibandingkan dengan konfigurasi yang lama, berkas .INI cenderung untuk menulis konfigurasi dan pengaturan setiap program oleh setiap pengguna di dalam satu tempat saja, yakni berkas INI yang bersangkutan.
Group Policy mengizinkan administrator Windows untuk mengatur program secara terpusat.
Karena registry diakses dengan menggunakan API yang khusus, maka registry juga dapat diakses dengan menggunakan skrip, bahasa pemrograman, atau query Windows Management Instrumention (WMI). Setiap skrip tidak harus dikustomisasi secara unik untuk konfigurasi sebuah aplikasi, yang kadang memiliki format yang berbeda-beda.
di SMKN 2 Bandung
Minggu pertama masuk jam pelajaran dalam waktu normal di SMKN 2 Bdg, dalam pelajaran normative dan adaptip hanya sebatas perkenalan. Namun sangat berbeda dengan produktif di pelajaran ini kami anak TKJ harus langsung mendapat tugas. Apa lagi dengan banyaknya kalimat yagn diucapkan para Instruktur yang mengatakan bahwa “TKJ adalah jurusan NERAKA”. Kajur atau Pa Karna dengan segera memperingati kita agar pindah jurusan apabila kita merasa tidak kuat, namun dengan semangat dan tekad yagn kuat saya, takan mundur karena saya telah susah payah untuk masuk ke TKJ.
tugas yang menumpuk di awal pertemuan menjadi bukti bahwa kita memasuki kawasan yang angker tugas.
lama-lama namun tugas yang serasa berat ini menjadi terbiasa karena sebenarnya itu yang INSTRUKTUR kami ajarkan bahwa semakin di paksa semakin mudah kita membuat itu menjadi sebuah kebiasaan.
itu hal yang baik bagi kami siswa TKJ.
namun dari hal baik ada pula hal buruk yang mengiringi. .
mungkin ketika kita kecapeanmengerjakan tugas yang begitu "WOW" sehingga kita jatuh sakit. .
y kan???
Dalam metode belajar disini sungguh membuat saya berjuang tidak seperti di SMP yang masih dapat bersantai-santai.
Apakah anda tahu bahwa di SMKN 2 setiap Uji Kompetensi bagi siswa TKJ adalah “Sidang”. Dengan “Sidang” yagn kami jalani membuat para instruktur tahu seberapa besar kemampuan setiap siswa selama belajar. Sungguh ini hal yang tak biasa bagi siswa sederajat.
Salah satu rintangan yaitu awal kami melaksanakan “Sidang” telah kami lakukan dan saya masih belum puas akan hasil yang tercapai karena masih banyak yang kita harus dapatkan disini.
Banyak yang kami alami di TKJ, mulai dari senang, sedih, dan banyak lagi telah kami rasakan. Dari capenya tugas yang diberikan hingga nginep untuk mengerjakan tugas telah jadi hal wajar bagi kami. setiap hari kami dapat tugas yang membuat kami stress namun masih tetap ada banyak kejadian yang menarik di kelas maupun di lab yang membuat kita tertawa lepas.
Membuat Game fLash
Sejenak pembahasan mengenai software aplikasi macromedia flash. Flash ialah salah satu dari salah banyak software animasi yang mendunia. Flash ini memiliki banyak tool dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan dalam bidang animasi.
Pengalaman penulis dalam menggunakan flash selain untuk membuat game ialah membuat animasi kartun dan aplikasi. Namun kali ini kita akan mencoba membuat sebuah game. Flash ini menyediakan fasilitas atau tool untuk scripting sehingga di manfaatkan para game maker untuk membuat game.
Dengan kemampuan amatir yang saya punya mari kita belajar membuat game flash.
Ikuti langkah dibawah ini:
- Pertama buatlah desain game yang dibuat dalam sebuah layer dan jangan dicampur dengan yang lain agar script dapat teratur di masukan.
Misalnya seperti yang tampak dalam gambar. Ini contoh simple untuk menu awal.
- Kemudian setelah menu awal telah didapat, tekan F9 maka masukan script stop(); setelah itu masukan juga script pada tombol play agar game dapat dimainkan yaitu
ü on (Release){
ü play();
ü }
jangan ambil tanda ceklistnya. !
- Setelah itu selesai maka kita buat keyframe yang baru ok. Nah kita buat lagi layer untuk membuat pemain kalau pemainnya hanya bergambarkan balok. Kita gambar persegi panjang lalu kita convert gambar itu untuk menjadi sebua movie clip dengan menekan F8. lalu setelah itu maka. Kita masukan script
ü onClipEvent (load) {
ü Mouse.hide();
ü }
ü OnClipEvent (enterFrame) {
ü startDrag(this, true);
ü }
ü
ü onClipEvent (enterFrame) {
ü if (hitTest(_root.bola)) {
ü _root.bola.kecepatanx = -_root.bola.kecepatanx;
ü }
ü }
Nah baru kali ini kita buat dinding pembatas agar bola tidak akan keluar arena pertandingan. Disini kita belajar juga mengenai diagram cartesiusnya Pada mata pelajaran matematika, kita mengenal sistem kordinat kartesian. Pengetahuan yang kuat akan matematika, akan sangat mendukung kita nantinya dalam memahami sistem korninat layar. Pada sistem kordinat kartesian sumbu utama dibagi menjadi sumbu x (horisontal) dan sumbu y (vertikal). Persimpangan antara sumbu tersebut merupakan kordinat (0,0). Pada sumbu x semakin ke kiri maka nilai x semakin kecil dan sebaliknya semakin ke kanan nilai x semakin besar. Pada sumbu y semakin ke bawah maka nilai y semakin kecil dan sebaliknya semakin ke atas nilai y semakin besar.
Pada sistem kordinat layar komputer, hampir sama dengan kordinat kartesian, sumbu utama dibagi menjadi sumbu x (horisontal) dan sumbu y (vertikal). Akan tetapi
kordinat (0,0) adalah pojok kiri atas layar. Perbedaan selanjutnya adalah pada sumbu
y. Pada sumbu y semakin ke bawah maka nilai y semakin besar dan sebaliknya
semakin ke atas nilai y semakin kecil. Perhatikan gambar berikut:
sehingga dapat diberikan script:
untuk dinding kanan :
ü onClipEvent (enterFrame) {
ü if (hitTest(_root.bola)) {
ü _root.bola.kecepatanx = -_root.bola.kecepatanx;
ü }
ü }
Dan untuk dindinga atas dan bawah :
ü onClipEvent (enterFrame) {
ü if (hitTest(_root.bola)) {
ü _root.bola.kecepatany = -_root.bola.kecepatany;
ü }
ü }
· Kemudian yang paling penting dari game ini ialah bola. Kita buat sebuah gambar bulat dan kita convert ke movie clip. Nah untuk bola agar ia dapat bergerak ke kanan dan ke kiri juga melompat ke
ü onClipEvent (load) {
ü kecepatanx = 5;
ü kecepatany = 5;
ü }
ü onClipEvent (enterFrame) {
ü _x += kecepatanx;
ü _y += kecepatany;
ü }
Kita telah membuat game yang sangat sederhana namun dari yang kecil moga kita bias menjadikan semua ini sebagai awal mula dari keberhasilan di masa mendatang.
Membuat aplikasi dari Macromedia flash
Kembali lagi ama gw dengan sebuah topic intergrasi Flash dengan Ms.Acces atau dengan singkatnya kita bisa menghubungkan antara database Ms.Acces dengan Flash.Jika Anda terus mengikuti Topic ini Pasti anda akan menemukan Sebuah Tambahan Program Yang berfungsi Untuk Interface antara Flash Dengan Ms.Acces.Untuk Lebih Mempersingkat Waktu Gw langsu Kasih Tau Alat Dan Bahan nya.oh iya gw lupa,pada tutorial ini gw akan membuat sebuah Aplikasi Peminjaman Alat Lab Komputer Yang ada Di sekolah Gw. Ya kita Langsung aja.
Alat Dan Bahan:
1.Aplikasi Macromedia Flash 8 (Supaya Sama Dengan Yang gw Pake)
2.Aplikasi Ms.Acces
3.Aplikasi MDM Zinc Versi nya bebas (yang penting ada perintah Connec to Ms.acces)
4.Musik Supaya Gak Stress.
Langkah-Langka:
1.Instalkan Semua Alat Dan Bahan Yang Telah Gw kasih Tadi.
2.Buka Macromedia Flash Nya Seperti Biasa Dan Pilih Flash Document Seperti Ini.
Gambar 01
3.Lalu Anda Pilih Windows > Components Lalu Akan Keluar Tampilan Seperti Berikut
Gambar 02
4.Tambahkan Beberapa component yang ke Library,component nya yaitu :Button,Data
Grid,Label,Dan Text Input.
Gambar 03
5.Lalu Anda Desain Sebuah Tampilan Aplikasi Anda Seperi Biasa,Untuk memudahkan Buat
Yang simpel Aja dan Klo Bisa Pake Satu Frame Dan Satu Layer.Contoh.
Gambar 04 Dan 05
6.Dan Jangan Lupa Masukan Component Yang ada Di Library Ke Lembar Kerja Yang Talah
Kamu Desain.
7.Sorot Frame 1 Layer 1 Dan Masuk ke Menu Action Script.
8.Disinilah Bagian Yang Pusing Karena Semua Action Yang Kita Tulisa Akan Dianggap
Variable Oleh Flash Jadi Jika Ada Kesalaha Logika Atau Penulisan Kita Tidak Akan Tau.
9.Masukan Action Script Dibawah ini Pada Frame.
----------------------------------------------------------------------------------------
_level0.populate.enabled=false;
listenerObject = new Object();
listenerObject.cellEdit = function(evt_obj){
var fieldName="";
if (evt_obj.columnIndex==0) {fieldName="No"}
if (evt_obj.columnIndex==1) {fieldName="Jamke"}
if (evt_obj.columnIndex==2) {fieldName="Nama"}
if (evt_obj.columnIndex==3) {fieldName="Kelas"}
if (evt_obj.columnIndex==4) {fieldName="Komputer"}
if (evt_obj.columnIndex==5) {fieldName="CPU"}
if (evt_obj.columnIndex==6) {fieldName="Keyboard"}
if (evt_obj.columnIndex==7) {fieldName="Mouse"}
var fieldID=evt_obj.target.selectedItem["No"];
var fieldNewValue=evt_obj.target.selectedItem[fieldName];
var newQuery="UPDATE mytable SET "+fieldName+" = \""+fieldNewValue+"\" WHERE No="+fieldID;
mdm.Database.MSAccess.runQuery(newQuery);
mdm.Dialogs.prompt("Row with ID:"+fieldID+" has been Updated in the Database");
}
_level0.myDataGrid.addEventListener("cellEdit", listenerObject)
stop();
“Jika Diatas Ada Kata {fieldName=Jamke”}Itu adalah Variabel yang berada di database”
10.Klo Pada Desain Yang Gw Buat Gw Punya 3 Button Dengan Nama Menghubungi
Admin,Meminjam,Login.Menghubungi Admin Berguna Untuk Reconect Ke
Database,Meminjam Berfungsi Untuk Masuk Ke Database,Login Berfungsi Untuk Keluar
Dan Menyimpan Dara yang telah dimasukan ke database.
11.Masuk Ke Action Script milik Menghubungi admin lalu masukan Action Berikut.
----------------------------------------------------------
on (release) {
//Connect to our Database
var pass = "";
mdm.Database.MSAccess.connectAbs(mdm.Application.path+"base.mdb", pass);
dbsuccess = mdm.Database.MSAccess.success();
if (dbsuccess == true) {
mdm.Dialogs.prompt("Hubungan Berhasil");
// Disable this button
_level0.dbconnect.enabled = false;
// Enable the Populate DataGrid Button
_level0.populate.enabled = true;
} else {
mdm.Dialogs.prompt("Terdapat kesalahan!! mohon Hubungi Admin");
}
}
---------------------------------------------------------
Penjelasan:
Bagian Ini Adalah Sebuah Action Untuk Mengubungkan Ke Database Dan Pemberitahuan Status apakah berhasil atau gagal.
12.Setelah itu Masuk ke Action Script Milik Meminjam Lalu Isikan Action Berikut.
--------------------------------------------------------------------
on (release) {
//Here we are populating the Datagrid with the data from a specific table in the database.
_level0.myDataGrid.addColumn("No");
_level0.myDataGrid.addColumn("Jamke");
_level0.myDataGrid.addColumn("Nama");
_level0.myDataGrid.addColumn("Kelas");
_level0.myDataGrid.addColumn("Komputer");
_level0.myDataGrid.addColumn("CPU");
_level0.myDataGrid.addColumn("Keyboard");
_level0.myDataGrid.addColumn("Mouse");
mdm.Database.MSAccess.select("SELECT * FROM mytable");
var dataSet = mdm.Database.MSAccess.getData();
var rows:Number = 0;
var numOfRecords:Number = dataSet.length;
for (rows=0; rows
var item:Object = {};
item.No = dataSet[rows][0].toString();
item.Jamke = dataSet[rows][1].toString();
item.Nama = dataSet[rows][2].toString();
item.Kelas = dataSet[rows][3].toString();
item.Komputer = dataSet[rows][4].toString();
item.CPU = dataSet[rows][5].toString();
item.Keyboard = dataSet[rows][6].toString();
item.Mouse = dataSet[rows][7].toString();
_level0.myDataGrid.addItem(item);
}
// Set the column widths
_level0.myDataGrid.getColumnAt(0).width = 50;
_level0.myDataGrid.getColumnAt(1).width = 150;
// Make ID Column Read-Only
_level0.myDataGrid.getColumnAt(0).editable = false;
_level0.populate.enabled = false;
}
------------------------------------------------------------------
Penjelasan:
Action Di atas Adalah Action Untuk Membandingkan antara Variable Database Dan Perintah Yang Akan di Eksekusi.
13.Masuk Ke Action Script Milik Login Lalu Masukkan Action Berikut.
--------------------------
on (click)
{
mdm.Application.exit();
}
--------------------------
Penjelasan:
Action Diatas Memerintahkan Untuk Keluar Dari Database.
14.Setelah Itu Anda Simpan File Project Anda Dengan Exetention .fla dalam sebuah folder.
15.Buka Ms.Acces
16.Buat Table Dengan Isi Yang Sama Dengan Variable Meminjam.dengan nama table mytable Contoh
_level0.myDataGrid.addColumn("Jamke"); Berarti Action Disamping Akan Menambahkan Column ke DaraGrid Flash Dengan Variable Jamke Yang harus Sama Dengan Variable yang ada di dalam table Ms.acces yang berisikan Jamke (Case Sensitif).
17.Simpan file dengan Exetention .mdb dengan nama bebas (harus ada yang dirubah di
action) atau defaultnya dengan nama base.mdb.
18.semuah bahan telah siap lalu anda buka MDM zinc.sebelum itu anda buat .sfw dari file
.fla yang tadi telah di simpan dalam satu folder.
19.lalu Pilih Sourch File dan anda pilih Nama fike swf yang telah anda buat tadi
20.pilih lokasi target untuk menyimpan file .exe
21.untuk defaultnya anda tinggal pilih build tapi bila anda ingin menambahkan bebrapa
kontent anda bisa melakukan otu di aplikasi MDM zinc ini.
Perhatian.
Simpan File .mdb dan .exe nya dalam satu folder.
Mungkin itu sebuah tutorial yang sederhana yang gw kasih semua itu bisa anda kembangkan dengan bebas sesuka hati anda.
Sementasi IP
Kemudian jumlah komputer per warnet ialah sbb:
1.30 komputer
2.55 komputer
3.12 komputer
4.60 komputer
5.14 komputer
6.36 komputer dengan IP 203.172.50.0 / 24
Segmentasikan IP tsb menjadi 6 segmen
IP broadcast dan network ubah ke bilangan hexa
Jawaban yang saya berikan atas pertanyaan tersebut ialah sbb :
Pertama sebelum kita menghitung atau membagi IP kita akan menghitung berapa segmen yang akan kita bagi atau kita gunakan. Kemudian setelah kita mengetahui jumlah dari segmen yang akan kita bagi baru kita akan mulai menghitung IP. Pertama karena dari IP yang ada dengan “/24” maka kita dapat menggunakan 256 IP address untuk dibagi.
Untuk dapat merubah bilangan desimal menjadi bilangan hexa kita perlu merubah bilangan desimal terlebih dahulu ke bilangan biner. Kemudian dari bilangan biner yang didapat kita akan membaginya atau menyekatnya menjadi 4 dijit dalam 1 bagian yang akan dihitung.
Ini adalah nomer yang digunakan dalam penomeran Hexa.
Kemudian perubahan yang dilakukan dalam hexa ialah sbb :
203 bilangan binernya ialah “11001011” = ini adalah bilangan biner yang akan kita rubah yaitu dengan cara di bawah ini,
1100 | 1011
C B
C dan B adalah angka Hexa dari bilangan desimal dari 203. penghitungan di atas ialah dengan cara memberi nilai 1, 2, 4, 8 yang diurutkan dari kanan ke kiri. Tambahkan angka tersebut bila angka binernya berupa angka ‘1’
Dari 256 IP itu saya akan membagi IP tersebut yang akan dibagi sesuai jumlah banyaknya komputer di setiap warnet. Pembagian IP tersebut dapat dilihat di bawah ini :
Warnet 1 saya beri 32 IP dengan jumlah komputer 30
Warnet 2 saya beri 64 IP dengan jumlah komputer 55
Warnet 3 saya beri 16 IP dengan jumlah komputer 12
Warnet 4 saya beri 64 IP dengan jumlah komputer 60
Warnet 5 saya beri 16 IP dengan jumlah komputer 14
Warnet 6 saya beri 64 IP dengan jumlah komputer 36
Kemudian setelah kita mendapatkan jumlah IP dari setiap warnet maka sekarang kita akan mengkonfigurasikan IP tsb atau menentukan jumlah nomer alamat IP itu.
1.Warnet I
Dengan IP
203.172.50.0 – 203.172.50.31 Subnetmask 255.255.255.224
IP Network = 203.172.50.0 11001011.10101100.00110010.00000000
IP Broadcast = 203.172.50.31 11001011.10101100.00110010.00011111
HEXA= CB.AC.32.00 – CB.AC.32.1F
2.Warnet II
Dengan IP
203.172.50.32 – 203.172.50.95 Subnetmask 255.255.255.192
IP Network =203.172.50.32 11001011.10101100.00110010.00100000
IP Broadcast = 203.172.50.95 11001011.10101100.00110010.01011111
HEXA= CB.AC.32.20 – CB.AC.32.5F
3.Warnet III
Dengan IP
203.172.50.96 – 203.172.50.111 Subnetmask 255.255.255.240
IP Network = 203.172.50.96 11001011.10101100.00110010.01100000
IP Broadcast = 203.172.50.111 11001011.10101100.00110010.01101111
HEXA= CB.AC.32.60 – CB.AC.32.6F
4.Warnet IV
Dengan IP
203.172.50.112 – 203.172.50.175 Subnetmask 255.255.255.192
IP Network = 203.172.50.112 11001011.10101100.00110010.01110000
IP Broadcast = 203.172.50.175 11001011.10101100.00110010.10101111
HEXA= CB.AC.32.70 – CB.AC.32.AF
5.Warnet V
Dengan IP
203.172.50.176 – 203.172.50.191 Subnetmask 255.255.255.240
IP Network = 203.172.50.176 11001011.10101100.00110010.10110000
IP Broadcast = 203.172.50.191 11001011.10101100.00110010.10111111
HEXA= CB.AC.32.B0 – CB.AC.32.BF
6.Warnet VI
Dengan IP
203.172.50.192 – 203.172.50.255 Subnetmask 255.255.255.192
IP Network = 203.172.50.192 11001011.10101100.00110010.11000000
IP Broadcast = 203.172.50.255 11001011.10101100.00110010.11111111
HEXA= CB.AC.32.C0 – CB.AC.32.FF
Ini adalah uraian dari penomoran IP untuk setiap warnet. Maka konfigurasi dari alamat IP telah dapat terselesaikan.